CCBeloit

tempat berbagi info

travel umroh terpercaya

Saat ini banyak travel umroh terpercaya yang menolak kebijakan biometrik yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi, bahkan jamaah asal Indonesia juga menolak adanya kebijakan ini. Tentunya Anda pasti bingung apa itu kebijakan biometrik, kebijakan biomterik merupakan kebijakan dimana para jamaah yang ingin mengurus visa untuk ke Arab Saudi maka harus diambil data biomteriknya seperti foto dan sidik jarinya pada perusahaan swasta yang ditunjuk oleh pemerintah Arab Saudi. Tentunya untuk melakukan hal ini Anda akan dikenakan biaya tambahan, oleh sebab itu terdapat beberapa alasan baik pihak travel maupun jamaah menolak adanya kebijakan ini.

  1. Tersebarnya orang yang ingin melakukan perjalanan umrah

Tentunya mereka yang ingin melakukan perjalanan umroh tersebar di seluruh daerah di Indonesia, bahkan mereka ada yang berasal dari daerah yang jauh dari kota besar. Tentunya sebagian dari calon jamaah bukanlah orang kaya maupun melek teknologi, bahkan sebanyak 60% biasanya belum melakukan perjalanan ke luar negri. Tentunya perjalanan umroh bisa menjadi perjalanan pertama dan terakhir mereka ke luar negeri karena merupakan panggilan untuk beribadah. Hal ini tentunya akan memberatkan mereka untuk datang ke kantor swasta yang dituju oleh pemerintah Arab Saudi sebab hanya tersedia beberapa kantor saja dimana tidak tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Hal ini pastinya akan sangat memberatkan calon jamaah yang berasal dari kalangan menengah ke bawah karena harus menyiapkan dana lebih.

  1. Ditengarai adanya kepentingan bisnis

Banyak travel umroh dan calon jemaah menganggap bahwa peraturan ini ditengarai oleh kepentingan bisnis, sebab dulunya data biometrik diambil di bandara KSA masuk yaitu biasanya di Jeddah atau Madinah. Hal ini tentunya tidak memberatkan sebab calon jamaah sudah tiba di tanah suci, tentunya cara lama untuk mengambil data biometrik meringankan calon jemaah termasuk mereka yang berasal dari kalangan menengah ke bawah dibandingkan dengan cara terbaru yang harus mendatangi kantor yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi.

  1. Hanya berlaku untuk Indonesia

Banyak orang yang tidak setuju dengan peraturan ini adalah peraturan baru ini hanya berlaku untuk jamaah asal Indonesia saja, oleh sebab itu banyak orang yang bertanya apakah peraturan ini resmi di keluarkan oleh pemerintah Arab Saudi atau peraturan sepihak yang ditetapkan oleh kedutaan besar Arab Saudi. Apalagi peraturan ini juga dirasa memberatkan, mengingat untuk melakukan ibadah umroh juga menelan biaya yang tidak sedikit dimana juga memberatkan mereka yang tidak mampu. Jadi tidak heran mereka yang kurang mampu menyisihkan sedikit demi sedikit penghasilan mereka untuk dapat berangkat umroh, dengan alasan ini tidak heran jika banyak travel umroh yang tidak setuju dengan peraturan ini.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *